Rahasia Si Untung
Diposting oleh : Admin
Kategori: Tips & Trik - Dibaca: 103 kali

Professor Richard
Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang
membedakan orang2 beruntung dengan yang
sial.
Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa
hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang
kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti.
Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang
sial.
Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck
Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam
koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial
memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara
mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman
telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung
sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini
ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran,
Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan
bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok
sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.
Singkatnya, dari
penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang
membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:
1. Sikap terhadap
peluang.
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka
terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan
peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?
Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap
yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka
lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan
menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang
sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik
toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja
sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil
pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan
dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain.
Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah
seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan
toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul
ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang
sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan
bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju
membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.
2. Menggunakan intuisi
dalam membuat keputusan.
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan
intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh
orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati
nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan
sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”.
Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah,
bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan
penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki
metoda untuk
mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui
meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang
jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi
kita juga akan semakin tajam.
Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan
intuisi” itu bagaimana?Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita
melakukan sesuatu?
Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu.
Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh
pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger
suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam
berbagai bentuk, misalnya:
- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami.
“Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita
sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan.
Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja
kalau tiba2 meriang lagi.
- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda
merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini
yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa
tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa
tahun kemudiansaya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk
beberapa hal lain.
3. Selalu berharap
kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er
terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang
kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian
yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang
lain.
Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara
sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis
kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.
4. Mengubah hal yang
buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi
situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi
selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta
untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu
awanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.
Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2
perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung
saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet
duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka
dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi
keberuntungan.
Sekolah
Keberuntungan.
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman
bahkan membuka Luck School .
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2
semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan.
Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang
terjadi.
Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka.
Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan,
besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka
tuliskan.
Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang
Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai
prinsip “law
of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa
mereka beruntung, maka
semakin banyak lagi lucky events yang datang pada
hidup mereka.
Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata
semua orang juga bisa beruntung. Termasuk kita.

- Tempat-tempat terdingin di muka bumi
- Penyakit yang disebabkan oleh HANDPHONE
- 7 Tanaman Anti Nyamuk
- Tips n Trick Berbicara di Depan Umum
- Bumi Lain untuk Manusia
Silahkan tinggalkan komentar anda:
Gunakanlah kesempatan anda dengan meninggalkan pesan dan komentar dengan bijak.
"MENGUNGKAP FAKTA, MISTERI, RAHASIA DAN PENGETAHUAN DISEKITAR KITA"




Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 





