Siapakah Orang Gila Yang Sebenarnya?
Diposting oleh : Admin
Kategori: Islam - Dibaca: 36 kali

Di
dalam hadist diriwayatkan, pada suatu hari, Rasulullah SAW melewati sekelompok
orang yang sedang berkumpul. Beliau bertanya, "Karena apa kalian berkumpul
disini".
Para sahabat menjawab, " Ya Rasulullah, ini ada orang gila, sedang
mengamuk. Karena itulah kami berkumpul disini?".
Beliau bersabda : "Orang ini bukan gila. Ia sedang mendapat musibah.
Tahukah kalian, Siapakah orang gila yang benar-benar gila (al-majnun haqq
al-majnun)?".
Para sahabat menjawab, "Tidak,ya Rasulullah...?" Beliau menjelaskan,
"Orang gila adalah orang yang berjalan dengan sombong, yang memandang
orang dengan pandangan yang merendahkan, yang membusungkan dada, berharap akan
ada Surga Tuhan sambil berbuat maksiat kepadaNya, yang kejelekannya membuat
orang tidak aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila
yang sebenarnya. Adapun orang ini, dia hanya sedang mendapat musibah
saja."
Majnun, orang gila, berasal dari akar kata jannat, yang artinya menutupi. Dia
masih mempunyai akal, tetapi akalnya itu tidak dapat menerangi perilakunya.
Akalnya sudah dikuasai hawa napsunya. Dengan pengertian inilah Nabi Muhammad
SAW, menyebut orang takabur sebagai majnun. Para sahabat menyebut majnun kepada
orang yang perilakunya tidak normal (abnormal).
Sementara Nabi menyebut orang seperti itu dengan mubtala, orang yang mendapat
musibah, orang sakit. Dia sakit karena tidak sanggup menanggung derita.
Perilakunya yang aneh hanyalah teknik untuk melarikan diri dari kenyataan yang
sangat menyakitkan : berpisah dengan orang yang dicintai, dikhianati sahabat,
kehilangan pekerjaan, menghadapi buah simalakama, dsb.
Nabi SAW menyuruh kita melihat orang seperti itu sebagai orang yang patut kita
bantu. Ia buka majnun, tetapi mubtala. Kita harus meringankan deritanya dan
memberikan jalan keluar dari bala yang mengenainya. Ia bukan orang yang
tertutup akalnya. Ia hanya orang yang hancur hatinya. Bukankah Tuhan berkata :
"Carilah Aku ditengah-tengah orang yang hancur hatinya ?".
Orang yang kena bala harus didekati, tetapi orang gila harus dijauhi. Menurut
Nabi SAW, ciri utama orang gila adalah takabur. Ia merasa dirinya besar dan
merendahkan orang lain.
Takabur menutupi kenyataan bahwa ia tidak berbeda dengan yang lainnya. Ia hanya
makhluk yang berasal dari nuthfah dan berakhir pada jifah (bangkai). Karena
takabur, dia menjadi majnun. Akalnya tertutup. Takabur mengubah kedudukan,
keturunan, dan kekayaan menjadi tirai baja yang menutup jati dirinya.
Rasulullah SAW berkata kepada Abu Dzarr, "Wahai Abu Dzarr, barang siapa
mati dan dalam hatinya ada sebesar debu dari takabur, ia tidak akan mencium bau
Surga, kecuali jika Ia bertaubat sebelum maut menjemputnya".
Abu Dzarr berkata: "Ya Rasulullah, Aku mudah terpesona dengan keindahan,
Aku ingin gantungkan cambukku indah dan pasangan sandalku juga indah. Yang
demikian itu membuatku takut”.
Rasulullah SAW bertanya : “Bagaimana perasaan hatimu ?".
Abu Dzarr menjawab : "Aku dapatkan hatiku mengenal kebenaran dan tentram
didalamnya".
Rasulullah SAW bersabda : "Yang demikian itu tidak termasuk takabur.
Takabur itu ialah meninggalkan kebenaran dan kamu mengambil selain kebenaran.
Kamu melihat kepada orang lain dengan pandangan bahwa kehormatannya tidak sama
dengan kehormatanmu, darahnya tidak sama dengan darahmu".
Walhasil, anda dikatakan 'Takabur' kalau anda tidak mau menerima kebenaran
karena yang menyampaikan kebenaran itu rakyat kecil, Orang miskin, bawahan atau
pegawai. Anda tidak mau mendengar nasehat dari Anak atau Istri anda, karena
anda menganggap mereka lebih rendah dari anda. Anda tidak mau mendengar
pembicaraan dari orang Islam yang pahamnya berbeda dengan anda karena anda
menganggap mereka sesat dan Anda berada di jalan yang benar. Karena Anda
mempunyai hubungan dekat dengan orang besar, Anda ingin diperlakukan sebagai
orang istimewa dan hukum apapun tidak boleh berlaku untuk anda.
Karena anda merasa lebih berilmu, anda meremehkan orang yang anda anggap bodoh.
Anda kecam mereka bahkan anda tertawakan kejahilan mereka. Kalau ilmu anda itu
ilmu Agama, maka akan anda berikan gelar-gelar yang buruk kepada orang yang
anda pandang tidak sepaham dengan anda. Anda khusukan Surga itu untuk kelompok
anda dan neraka untuk kelompok lain. Anda sahkan semua ibadah anda dan anda
batalkan ibadah yang lain. Pendeknya hanya anda dan kelompok andalah yang
paling Islam di dunia ini.
Karena anda ahli ibadah maka anda merasa diri Anda yang paling salih diantara
seluruh makhluk di Bumi ini. Anda sombong dengan shalat malam anda. Anda bangga
dengan bacaan Alquran anda. Anda tinggi hati dengan haji dan umrah anda.
Kemudian, anda merasa puas dengan ibadat anda dan lupa dengan akhlak anda di
tengah-tengah masyarakat. Anda begitu puas dengan puasa anda, sehingga anda
lupa pada fakir miskin disekitar anda. Anda begitu senang dengan shalat anda sehingga
anda lupa memperbaiki akhlak anda.
Karena anda mempunyai kekayaan lebih dari kebanyakan orang, maka anda busungkan
dada anda. Anda rendahkan orang-orang yang kurang kaya dibanding anda. Anda
ciptakan kelompok eksklusif dan anda singkirkan ke pinggir, orang-orang yang
lebih miskin dari anda. Anda menganggap mereka tidak selevel, tidak sederajat
dan tidak sedarah dengan anda.
Karena anda merasa berkuasa, anda tidak segan-segan menggebuk orang yang tidak
anda sukai. Anda tidak menghiraukan penderitaan rakyat kecil yang anda tindas
dengan semena-mena. Anda menegakkan kekuasaan diatas keringat, air mata dan
darah orang-orang yang tak berdaya.
Kalimat-kalimat diatas dapat anda gunakan untuk mendiagnosis apakah anda
memiliki penyakit takabur. Satu saja diantara "gejala" itu anda
rasakan, maka boleh jadi anda sudah menjadi orang yang betul-betul gila
(almajnun haq-almjnun) sebagaimana sabda Rasulullah SAW di atas.
Wallahualam bissawab

- Penyebab Diabetes Mellitus
- Random Event Generator - Bisakah sebuah mesin memprediksikan peristiwa masa depan?
- Allah Ada di Dekatku
- Philoshopers Stone, Batu yang Bisa Membuat Hidup Abadi
- Fakta dibalik simbol Nazi
Silahkan tinggalkan komentar anda:
Gunakanlah kesempatan anda dengan meninggalkan pesan dan komentar dengan bijak.
"MENGUNGKAP FAKTA, MISTERI, RAHASIA DAN PENGETAHUAN DISEKITAR KITA"





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 





